INDEKS KEMISKINAN MANUSIA KAB SANGGAU

INDEKS KEMISKINAN MANUSIA

KEBUPATEN SANGGAU 2007

Indeks Kemiskinan Manusia (IKM) sebagai salah satu indikator komposit untuk mengukur tingkat kualitas pembangunan manusia Kabupaten Sanggau diperoleh dengan berdasar pada perhitungan masing-masing komponen IKM seperti penduduk yang diperkirakan tidak berumur panjang, ketertinggalan dalam pendidikan dan akses terhadap pelayanan dasar.

Tabel IKM Kabupaten Sanggau dan komponennya

Tahun 1999, 2002, 2007

KOMPONEN

1999

2002

2007

(1)

(2)

(3)

(4)

Penduduk yang diperkirakan tidak mencapai usia 40 th (%)

14,5

14,8

15,11

Angka Buta Huruf Dewasa (%)

18,2

16,1

14,24

Penduduk tanpa akses terhadap air bersih (%)

78,6

77,9

77,21

Penduduk tanpa akses terhadap sarana kesehatan (%)

69,5

67,7

65.95

Balita Kurang gizi (%)

51,2

28,3

15,64

Indeks Kemiskinan Manusia (%)

46,5

40,7

37,22

Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS)

Jika kita melihat perkembangan IKM dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2007 untuk Kabupaten Sanggau, terlihat adanya penurunan angka IKM dari 46,5 menjadi 37, 22.

Merujuk kepada klasifikasi dari UNDP di atas maka untuk angka IKM Kabupaten Sanggau tahun 1999 dan 2002 sebesar 46,5 dan 40,7 masuk interval kategori Menengah-atas. Namun pada tahun 2005 dan 2006 masuk interval kurang lebih 65, artinya kualitas pembangunan yang berorientasi pada pembangunan manusia sudah mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya terutama di sektor-sektor penduduk terhadap angka IKM.

Stratifikasi IKM PerKecamatan Tahun 2007

Dewasa ini masih sangant sulit untuk mendapatkan angka IKM per kecamatan. Indeks Kemiskinan Manusia merupakan ukuran yang mempunyai sudut pandang yang berbeda dengan ukuran kemiskinan yang menggunakan pendekatan pendapatan, yang disebut Angka Kemiskinan. Dari dua sudut pandang yang berbeda tentu kedua ukuran kemiskinan ini tidak selalu sejalan. Kemiskinan dengan pendekatan pendapatan (angka kemiskinan) mengukur proporsi penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan, yaitu ukuran yang menggunakan deprivasi relatif pada standar kehidupan yang sudah dicapai. Sedangkan IKM mengukur deprivasi yang dapat menghambat kesempatan yang dimiliki penduduk untuk mendapatkan standar kehidupan yang layak. Meskipun kedua ukuran tersebut (IKM dan Angka Kemiskinan) akan memberikan gambaran menarik jika digabungkan.

Indeks Kemiskinan Manusia di Kabupaten Sanggau pada tahun 2007 memiliki rentang antara 35,45 sampai dengan 46,88. Kecamatan Kapuas memiliki peringkat tertinggi dengan nilai IKM 35,45 dan Kecamatan Noyan memiliki peringkat terendah dengan nilai IKM 46,88.

KOTA SANGGAU DIPINGGIRAN SUNGAI KAPUAS

Tabel IKM Kecamatan di Kabupaten Sanggau Tahun 2007

No

KECAMATAN

IKM

Peringkat Kecamatan

(1)

(2)

(3)

(4)

1

TOBA

43,99

14

2

MELIAU

38,32

2

3

KAPUAS

35,45

1

4

MUKOK

41,84

11

5

JANGKANG

42,88

13

6

BONTI

42,08

4

7

PARINDU

39,85

12

8

TAYAN HILIR

41,16

10

9

BALAI

40,37

8

10

TAYAN HULU

38,74

3

11

KEMBAYAN

39,94

6

12

BEDUAI

40,47

9

13

NOYAN

46,88

15

14

SEKAYAM

39,92

5

15

ENTIKONG

40,01

7

KAB. SANGGAU

37,22

Dari tabel diatas dapat diklasifikasikan bahwa terdapat 6 Kecamatan masuk kedalam stratifikasi Menengah-atas, yaitu Kecamatan Kapuas, Tayan Hulu, Kembayan, Meliau, Bonti dan Sekayam. Sedangkan yang masuk ke stratifikasi menengah-bawah ada 9 kecamatan yaitu Entikong, Balai, Beduai, Tayan Hilir, Mukok, Parindu, Jangkang, Toba dan Noyan.

Dari stratifikasi di atas, maka kecamatan yang masuk ke stratifikasi menengah bawah perlu lebih diperhatikan di dalam program-program pembangunan terutama berkaitan dengan pembangunan di bidang kesehatan, pendidikan serta peningkatan pendapatan masyarakatnya.

Tabel Komponen IKM Kecamatan Di Kabupaten Sanggau

Kecamatan

Penduduk

Yang

Diperkirakan

Tidak mencapai

Usia 40 th

(%)

Angka

Buta Huruf

Penduduk

Dewasa

(%)

Penduduk

Tanpa akses trerhadap air bersih

(%)

Penduduk

Tanpa akses

Terhadap

Fasilitas

Kesehatan

(%)

Balita

Kurang Gizi

(%)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

Toba

15,3

19,05

85,7

71,4

30,6

Meliau

14,1

10,3

76,4

65,8

28,3

Kapuas

13,9

9,5

71,2

60,9

19,9

Mukok

15,0

19,8

79,7

68,4

29,8

Jangkang

15,2

29,3

78,3

70,7

28,7

Parindu

15,1

19,1

80,2

69,6

29,4

Bonti

14,5

8,8

78,3

64,3

28,7

Tayan Hilir

14,4

16,2

76,9

69,3

29,8

Balai

14,2

19,7

75,4

67,4

28,7

Tayan Hulu

14,0

14,2

74,9

63,6

29,8

Kembayan

14,1

10,5

77,4

64,8

29,4

Beduai

14,9

11,1

75,7

68,2

29,8

Noyan

15,3

28,85

86,9

79,8

29,9

Sekayam

15,0

13,2

76,4

66,8

27,8

Entikong

14,9

7,5

76,5

67,9

27,6

Kabupaten Sanggau

15,11

14,24

77,21

65,95

15,64

Sumber : BPS Kabupaten Sanggau

Dari segi perkiraan penduduk yang tidak berumur panjang, maka Kecamatan Toba dan Noyan memiliki angka tertinggi yaitu 15,3 persen, diikuti oleh Kecamatan Jangkang dan Kecamatan Parindu, masing-masing sebesar 15,2 persen dan 15,1 persen. Ini berarti untuk ketiga Kecamatan di atas persentase dari penduduk yang tidak dapat mencapai umur 40 tahun di atas 15 persen.

Perihal sosbudbappedasanggau
Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Kab Sanggau

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: