PERBATASAN

Kawasan Perbatasan antar negara, khususnya di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ), merupakan wilayah yang strategis, karena menyangkut banyak aspek seperti kedaulatan negara, pertahanan dan keamanan, rasa kebangsaan, ekonomi , sosial budaya, ideology dan berbagai aspek lainnya. Namun sayangnya, kondisi sedemikian tidak sepenuhnya disadari. Nyatanya, kawasan perbatasan masih dianggap sebagai “ kawasan belakang “ dalam konstelasi perwilayahan nasional. Akibatnya, program – program pembangunan kawasan perbatasan bukan menjadi program prioritas.

Bukan hanya itu, mengingat tidak adanya konsep pembangunan perbatasan yang komprehensif, jelas, integral dan mengikat, maka penanganan kawasan perbatasan dilakukan secara persial, dan sepotong-sepotong. Akibatnya dinamika pembangunan sosial-ekonomi di kawasan ini tidak bergerak.

Hingga kini, kawasan perbatasan masih menyimpan dan menyisakan berbagai persoalan yang pelik seperti keterbelakangan dan keterisolasian, penurunan nilai kebangsaan, kerusakan lingkungan, dan maraknya kegiatan illegal.

Secara geostrategis, Indonesia memiliki beberapa kawasan perbatasan antarnegara dengan negara-negara tetangga baik berupa perbatasan darat ( kontinen ) maupun wilayah perbatasan laut yaitu Propinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Papua dan Nusa Tenggara Timur ( NTT ). Dari keempat daerah tersebut, Kalimantan Barat yang berbatas langsung dengan Serawak ( Malaysia ) relatif lebih maju, kerena telah memiliki pos lintas batas resmi ( Entikong – Tebedu ), serta beberapa pos lintas batas yang direncanakan dibuka secara resmi yaitu Paloh – Sajingan di Kabupaten Sambas, Jagoi babang di Bengkayang, dan Nanga Badau di Kapuas Hulu. Selain pos lintas batas tersebut, saat ini terdapat sekitar 50 “pos tidak resmi” berupa jalur setapak yang menghubungkan 55 desa di Kalimantan Barat dan kawasan –kawasan di Serawak.

Kawasan Perbatasan Entikong ini, memiliki nilai strategis dan sangat penting bagi NKRI, Karena merupakan pintu gerbang yang dapat mencerninkan keadaan bangsa Indonesia. Pos batas lintas Entikong tersebut, juga merupakan satu – satunya pintu gerbang darat yang menghubungkan Kalimantan Barat ( Indonesia ) dengan Serawak  ( Malaysia Timur ). Kawasan perbatasan Entikong ini, juga merupakan bagian dari wilayah KAPET Khatulistiwa yang sangat diandalkan untuk menjadi pusat pertumbuhan bagi kawasan – kawasan lain di sekitarnya, seperti ditetapkan dalam Keputusan No. 13 Tahun 1996.

Lebih dari itu, secara jelas dan eksplisit, kawasan perbatasan Entikong, juga dijadikan program prioritas di dalam instruksi presiden No. 7 tahun 2002. Upaya pembangunan kawasan perbatasan , bahwa kawasan perbatasan akan di jadikan “ halaman depan “ dari wilayah NKRI. Dan dalam RKP Tahun 2007 yang ditetapkan dengan Perpres RI Nomor 19 Tahun 2006 Pembangunan Kawasan Perbatasan merupakan salah satu prioritas pembangunan Tahun 2007. Sayangnya, meskipun demikian, dalam kenyataannya kawasan perbatasan masih saja menjadi kawasan yang relatif tertinggal. Jika dibandingkan dengan kawasan perbatasan negara tetangga ( Malaysia ), maka terlihat sekali adanya ketimpangan ekonomi yang sangat besar.

Hal ini terjadi karena pembangunannya dilaksanakan secara persial. Masing – masing depertemen / sektor di pusat maupun daerah merancang dan melaksanakan programnya sendiri – sendiri dengan lebih mengutamakan sektor, hak, dan kewenangan masing – masing .

Oleh karena itu pengelolaan PPLB Entikong perlu dikembangkan secara intensif berupa Badan Pengelolaan Border Developmen Center (BDC) Sebagai pusat pertumbuhan di perbatasan Entikong. Dan kemudian perlu disusun dengan sebuah rencana aksi terpadu yang membagi peran dari semua stakeholders sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya , dengan tetap mengindahkan kesamaan visi, gerak dan langkah

dalam melakukan pengembangan tiap sektor tadi dalam mencapai pembangunan wilayah perbatasan yang konprensif, atau lebih di kenal dengan prinsip One Island, One Plan, One Intergrated Action Plan,”

Perihal sosbudbappedasanggau
Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Kab Sanggau

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: