P2DTK KABUPATEN SANGGAU

PELAKSANAAN PROGRAM P2DTK

DI KABUPATEN SANGGAU

Pelaksanaan program P2DTK terutama pada bidang-bidang yang merupakan akar masalah dari kemiskinan, yaitu bidang pendidikan, bidang kesehatan, dan bidang infrastruktur. Selain itu, program P2DTK ini merupakan juga program pemberdayaan masyarakat berupa peningkatan kapasitas building masyarakat dalam perencanaan partisipatif dan pelaksanaan proses-proses pembangunan dari masyarakat sasaran. Selama kurun waktu 3 tahun dari Tahun 2007 sampai dengan Tahun 2009, program telah melaksanakan kegiatan pembangunan sebanyak 3 siklus, dimana Siklus 1 dan Siklus 2 telah dilakukan Musyawarah Serah Terima, dan siklus 3 sudah memasuki tahap pencairan BLM serta pelaksanaan kegiatan. Berbagai hambatan yang ada dalam rangka melakukan tahapan kegiatan di lapangan antara lain sebagai berikut :

 Faktor Geografis, letak antar dusun dan desa yang berjauhan serta medan tempuh yang sulit sehingga memerlukan waktu dan tenaga yang extra dalam melakukan proses pendampingan.

 Faktor Iklim, kondisi cuaca yang sangat terasa sangat menyulitkan pada saat musim penghujan. Kondisi jalan antar desa ke kecamatan yang masih sebagian besar belum diperkeras akan menjadi licin dan sukar untuk dilalui.  Faktor Budaya, masyarakat kita adalah masyarakat berbudaya dan masih memegang teguh adat istiadat, pada saat perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan harus disesuaikan dengan waktu dan kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat setempat.

1. Kegiatan Bidang Pendidikan

Suatu daerah dikategorikan dalam daerah tertinggal dan khusus karena umumnya ditandai dengan; Masih tingginya Jumlah penduduk usia sekolah yang belum mendapatkan pelayanan pendidikan yang memadai. Yang disebabkan oleh beberapa hal antara lain kondisi daerah yang terjangkau oleh program pemerintah atau program pemerintah sulit diimplementasikan. kondisi tersebut masih diperparah dengan rendahnya kualitas/ mutu pendidikan dasar, dan rendahnya anggaran pendidikan daerah. Minimnya akses dan mutu pelayanan, antara lain disebabkan oleh: terbatasnya kemampuan dan jumlah guru, impementasi kurikulum kurang memberikan kesempatan dalam mengembangkan keterampilan tingkat tinggi, keterampilan psiko-motoris, dan nilai positif, lemahnya manajemen sekolah dan lembaga penyelenggara pendidikan, metodologi pembelajaran yang tidak menumbuhkan motinasi belajar dan berfokus kepada anak dan kurangnya partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pengawasan penyelenggaraan sekolah. Untuk mempercepat proses pemulihan bidang pendidikan perlu dilakukan perbaikan akses mutu dan manajemen bidang pendidikan. Pemerintah daerah diharapkan dapat menggunakan sumber daya pendidikan secara lebih efektif dan efisien dalam menjalankan fungsinya sebagai

a) penyelenggara pelayanan pendidikan publik,

b) pengatur mutu pemberian pelayanan pendidikan perorangan, dan

c) fasilitator peningkatan peran swasta/ lembaga non pemerintah/lembaga berbasis masyarakat dalam penyelenggaraan upaya pendidikan.

P2DK BID PENDIDIKAN

monev TPK

Program P2DTK memberikan dukungan kepada aparat pendidikan daerah untuk memperkuat ketiga fungsi tersebut sehingga dapat menjangkau seluruh penduduk khususnya pada penduduk miskin, pemukim terasing (karena alasan sosial, budaya dan keamanan), dan penduduk dengan cacat fisik/mental. Pendekatan partisipatori akan dilaksanakan dalam P2DTK, dengan melibatkan masyarakat desa/kelurahan, keluarga miskin dan kelompok rentan dalam proses identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi upaya Pendidikan di tingkat keluarga dan masyarakat. Pendekatan ini mendorong keterlibatan aktif penerima manfaat dalam penyelenggaraan

2. Kegiatan Bidang Kesehatan

Permasalahan kesehatan di daerah khusus dan tertinggal umumnya ditandai dengan; tingginya angka kematian bayi dan ibu hamil/melahirkan, rendahnya akses masyarakat terhadap air bersih dan sarana sanitasi dasar, kurangnya tenaga sarana pelayanan kesehatan di desa terpencil, rendahnya cakupan pelayanan kesehatan dasar (imunisasi, pemeriksaan ibu hamil secara periodik, pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan), dan terbatasnya anggaran kesehatan daerah. Buruknya akses dan mutu pelayanan, antara lain disebabkan oleh: rusaknya fasilitas kesehatan, perpindahan tenaga kesehatan, pengungsian penduduk secara besar besaran, terhambatnya akses penduduk menuju fasilitas kesehatan, gangguan transportasi obat dan vaksin, terganggunya upaya pencegahan penyakit menular dan buruknya sanitasi di lingkungan pemukiman. Kekerasan sosial juga mengakibatkan semakin tidak meratanya distribusi tenaga kesehatan, dimana tenaga trampil terkonsentrasi di ibukota propinsi/ kabupaten, sedangkan di daerah terpencil hampir tidak terdapat tenaga kesehatan sama sekali. Perbaikan tata penyelenggaraan dan pengelolaan upaya kesehatan perlu dilakukan guna mempercepat proses pemulihan bidang kesehatan. Pemerintah daerah diharapkan dapat menggunakan sumber daya kesehatan secara lebih efektif dan efisien dalam menjalankan fungsinya sebagai

a) penyelenggara pelayanan kesehatan publik,

b) pengatur mutu pemberian pelayanan kesehatan perorangan, dan

c) fasilitator peningkatan peran swasta/ lembaga non pemerintah/lembaga berbasis masyarakat dalam penyelenggaraan upaya kesehatan.

SUPERVISI WORLD BANK

MCK KEC KAPUAS

P2DTK memberikan dukungan kepada Aparat Kesehatan Daerah untuk memperkuat ketiga fungsi tersebut sehingga dapat menjangkau seluruh penduduk khususnya pada penduduk miskin, pemukim terasing (karena alasan sosial, budaya dan keamanan), dan penduduk dengan cacat fisik/mental. Pendekatan partisipatori akan dilaksanakan dalam P2DTK, dengan melibatkan masyarakat desa/kelurahan, keluarga miskin dan kelompok rentan dalam proses identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi upaya kesehatan di tingkat keluarga dan masyarakat. Pendekatan ini mendorong keterlibatan aktif penerima manfaat dalam penyelenggaraan upaya kesehatan keluarga dan masyarakat sehingga lebih menjamin ketepatan sasaran dan keberlanjutan program. paya Pendidikan keluarga dan masyarakat sehingga lebih menjamin ketepatan sasaran dan keberlanjutan program

3. Kegiatan Bidang Infrastruktur

Kegiatan infrastruktur yang dilaksanakan ditingkat kecamatan dan Kabupaten adalah sebagian kecil dari sekian banyak kebutuhan infrastruktur yang dibutuhkan oleh masyarakat, baik dari tingkatan masyarakat di perdesaan sampai kepada masyarakat di perkotaan. Kondisi infrastruktur yang tidak memadai mengakibatkan rendahnya mobilitas masyarakat, daya beli karena tingginya biaya perawatan serta

JEMBATAN DESA EMPODIS

ketidaktersediaan prasarana-sarana kebutuhan dasar dalam mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Adanya bantuan dari program PNPM Mandiri DTK yang penggalian gagasannya berangkat dari permasalahan dan kebutuhan mayarakat dalam semangat berpartisipasi disetiap proses di PNPM Mandiri DTK , hal ini sangatlah berarti dan sangat sesuai kebutuhan yang mereka harapkan, ini dapat dilihat dari kegiatan yang dilaksanakan baik di kecamatan maupun di kabupaten, seperti pembangunan jalan, jembatan dan perpipaan/ air bersih yang merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat. Kegiatan infrastruktur baik yang dilaksanakan secara swakelola maupun di pihak ketigakan di kecamatan maupun kabupaten, berjalan dengan cukup baik walaupun masih ada kekurangan dan perlu perbaikan dari sisi perencanaan maupun pelaksanaan agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Perihal sosbudbappedasanggau
Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Kab Sanggau

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: